Analisis dan Rekomendasi Hasil Supervisi Mutu Pendidikan Jenjang SMA dan SMK Tahun 2019

Analisis dan Rekomendasi Hasil Supervisi Mutu Pendidikan Jenjang SMA dan SMK Tahun 2019

Penulis : Eko Yudiawan Hermanto, M.Pd

 

Abstrak:

Supervisi pendidikan merupakan usaha memfasilitasi, membantu dan memberi pelayanan sesuai dengan kebutuhan guru agar guru menjadi lebih profesional dan produktif dalam menjalankan tugas melayani peserta didik.

Data supervisi yang diperoleh, diolah dan dianalisis, dapat diketahui bahwa untuk jenjang SMA dan SMK dapat disimpulkan terdapat korelasi antara hasil penilaian RPP dengan hasil observasi pembelajaran. Dari hasil pengolahan SPSS dapat diketahui bahwa  koefisien korelasi antara hasil penilaian RPP terhadap hasil observasi pelaksanaan pembelajaran SMA adalah 0,558 dan SMK 0,702 dengan nilai sig. (2-tailed) 0,000 < 0,05 artinya signifikan. sehingga dapat disimpulkan terdapat hubungan antara hasil penilaian RPP terhadap hasil observasi pelaksanaan pembelajaran.

Data hasil uji korelasi antara hasil supervisi manajerial dengan hasil observasi pembelajaran jenjang SMA dan SMK dapat diketahui bahwa koefisien korelasi antara hasil penilaian RPP terhadap hasil observasi pelaksanaan pembelajaran SMA adalah 0,272 dan SMK adalah 0,790 dengan nilai sig. (2-taillad) 0,007 < 0,05 artinya signifikan, sehingga dapat disimpulkan terdapat hubungan antara hasil penilaian manajerial terhadap hasil observasi pelaksanaan pembelajaran.

Data hasil Uji beda antara hasil observasi pembelajarn 1 dan hasil observasi pembelajaran 2 jenjang SMA dapat diketahui bahwa  nilai Sig. (2-tailed) dapat diketahui bahwa  Sig. (2-tailed) = 0,018, menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan yang signifikan antara hasil observasi 1 dengan hasil observasi 2. Artinya Kemampuan guru dalam melaksanakan proses pembelajaran mengalami peningkatan yang signifikan.

Data hasil Uji beda antara hasil observasi pembelajarn 1 dan hasil observasi pembelajaran 2 jenjang SMK dapat diketahui bahwa  nilai Sig. (2-tailed) dapat diketahui bahwa  Sig. (2-tailed) = 0,681, menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan kemampuan yang signifikan antara hasil observasi 1 dengan hasil observasi 2. Artinya Kemampuan guru dalam melaksanakan proses pembelajaran tidak mengalami peningkatan yang signifikan.

Berdasarkan hasil tersebut di atas, maka Pemerintah Provinsi perlu mengupayakan implementasi supervisi pendidikan oleh Pengawas dan Kepala Sekolah yang terstruktur, sistematis dan terukur. Demi mewujudkan kondisi di atas maka perlu dibangun suatu sistem informasi manajemen supervisi pendidikan di jenjang SMA dan SMK. Supervisi pendidikan yang efektif dapat menghadirkan kinerja guru yang optimal dan meningkatnya kualitas layanan serta output pendidikan.

 

Artikel Selengkapnya

You May Also Like

Pin It on Pinterest