Kabar Gembira ! 2018 Dunia Pendidikan di Banten Bakal Diguyur Program

Kabar Gembira ! 2018 Dunia Pendidikan di Banten Bakal Diguyur Program

Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) akan memprioritaskan beberapa program yang telah dianggarkan pada tahun 2018 untuk dikerjakan pada pembangunan dunia pendidikan di wilayah Provinsi Banten. Hal itu disampaikan Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten, Ardius Prihantono.

Ardius mengatakan, pada tahun 2018, peningkatan anggaran yang akan dialokasikan untuk pendidikan ada peningkatan hingga 100%.

Anggaran besar itu menurutnya untuk meningkatkan pengembangan pembangunan dunia pendidikan Banten.

Sebesar Rp1 triliun untuk belanja langsung. Dana tersebut akan dialokasikan untuk penambahan dana alokasi khusus (DAK) nonfisik untuk BOS SMK dan SMA serta pengadaan tanah untuk 55 unit sekolah baru (USB).

“Kita akan mencari 22 bidang tanah untuk SMA dan 33 bidang tanah untuk SMK. Jadi, tahun depan akan banyak proyek pengadaan tanah,” tuturnya.

Selanjutnya, penyediaan ruang kelas baru (RKB) sebanyak 268 paket untuk SMA dan 403 paket untuk SMK dan ada juga pengadaan meubelair sebanyak 55 paket USB dan 61 paket untuk RKB.

“Pengembangan dunia pendidikan memang tidak hanya berhenti disitu saja. Kami juga bakal menggelontorkan bantuan operasional sekolah (BOSDA) untuk 790 528 siswa SMA, dan 112.512 untuk siswa SMK. BOSDA ini solusi pendidikan gratis,” tandas Sekdis Dindikbud.

Sebelumnya diberitakan, Gubernur Banten Wahidin Halim terkait dunia pendidikan, menyatakan Negara harus hadir untuk rakyat. Solusinya beban biayanya harus ditanggung. Maka, mengatasi persoalan pendidikan di Banten, 2018 nanti Pemerintah Provinsi (Pemrov) sudah komit menanggung biaya sekolah gratis.

Setelah menggratiskan biaya sekolah bagi siswa, pemerintah juga berkewajiban mengembangkan pola pembangunan infrastruktur. Kita benahi segala yang mendukung untuk perbaikan pendidikan, termasuk membangun sumber daya manusia (SDM) guru, sebab supaya proses belajar mengajar (KBM) bisa maksimal diserap siswa.

Seperti diketahui kata Gubernur Banten, dunia pendidikan kita secara nasional mengalami perubahan peraturan. Sejak diberlakukan Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintah Daerah dicantumkan soal pengelolaan tingkat SMA/SMK yang tadinya di kelola Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan Pemerintah Kota (Pemkot) kini diserahkan ke Pemerintah Provinsi (Pemrov).

“Maka setelah di alihkan ke Pemrov, kita gratiskan itu SMA/SMK. Malu kita sama kota/kabupaten yang sudah menggratiskan lebih dahulu, kasihan yang sekolah di SMA/SMK tapi masih bayar. Tahun 2018, kita gratiskan semua. Itu bentuk atensi kita, bentuk perhatian kita kepada rakyat,” kata Gubernur.

Sumber: http://www.tintamerdeka.co.id/2017/11/21/kabar-gembira-2018-dunia-pendidikan-di-banten-bakal-diguyur-program/

You May Also Like

Pin It on Pinterest